Lewati ke konten

Samimoro

  • Beranda
  • Layanan
  • Konsultasi
  • Tentang
  • Blog

Menguak Sisi Lain Kampung Muara Bahari: Mengapa Driver Ojol Kompak “Tombol X” ke Sini?

Bagi para pejuang aspal di ibu kota, bunyi ping di aplikasi adalah sumber rezeki. Namun, ada kalanya bunyi tersebut justru bikin jantung berdegup kencang—bukan karena nominalnya yang besar, melainkan karena titik destinasinya. Salah satu kawasan yang kerap bikin jempol driver refleks menekan tombol cancel atau “Tombol X” adalah Kampung Muara Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baru-baru ini, sebuah unggahan foto gerbang masuk kampung tersebut memicu diskusi hangat di media sosial, memancing ratusan driver untuk saling berbagi pengalaman menegangkan mereka.

Sebenarnya, apa yang membuat para driver begitu segan, bahkan takut untuk mengambil atau mengantar orderan ke kawasan pinggir rel ini? Berikut adalah beberapa alasan utamanya.

1. Label “Zona Merah” yang Melekat Erat

Jika Anda melintas di depan gerbang Kampung Muara Bahari RW 012, Anda akan disambut oleh papan pengumuman yang cukup mencolok bertuliskan: “Anda Memasuki Kawasan Anti Narkotika Kampung Muara Bahari”.

Bagi masyarakat awam, papan ini mungkin terlihat sebagai bentuk komitmen warga setempat. Namun di mata para pelaku transportasi online, papan tersebut adalah penanda jelas bahwa mereka sedang memasuki salah satu zona merah kriminalitas di Jakarta. Reputasi sebagai kawasan rawan peredaran gelap narkoba membuat banyak driver memilih untuk “skip” demi keselamatan diri dan kendaraan mereka.

2. Horor “Salah Tangkap” oleh Petugas (Buser)

Menariknya, ketakutan terbesar para driver ternyata bukan hanya soal premanisme atau bentrokan fisik. Ada ketakutan lain yang sifatnya administratif namun sangat merepotkan: salah sasaran operasi kepolisian.

Salah seorang netizen mengungkapkan ketakutannya di kolom komentar:

“bukan takut preman or ambon penghuni rel, tkut di gep buser (salah tangkep) ribet urusannya”

Kawasan yang sering digerebek oleh aparat kepolisian ini membuat driver khawatir mereka apes. Bayangkan saja, berniat tulus mengantar penumpang atau paket, tiba-tiba di lokasi sedang ada operasi tangkap tangan. Urusan bisa panjang, motor bisa disita sebagai barang bukti, dan waktu narik pun habis hanya untuk pemeriksaan.

3. Jalur Tikus yang Rawan Pencegatan

Struktur lingkungan yang padat, berbentuk gang-gang sempit, dan berbatasan langsung dengan jalur kereta api membuat akses keluar-masuk kawasan ini sangat terbatas. Kondisi ini rawan dimanfaatkan oleh oknum-oknum lokal untuk melakukan aksi pencegatan, terutama pada malam hari.

Beberapa driver berpengalaman menceritakan bahwa untuk bisa keluar dengan selamat setelah mengantar penumpang jam 10 malam, mereka harus dibekali “mantra” atau nama tokoh lokal (seperti nama “Maikel”) agar tidak diganggu oleh pemuda yang nongkrong di depan gang. Jika tidak tahu triknya, taruhannya adalah adu argumen yang menegangkan atau bahkan kehilangan barang berharga.

Antara Cari Duit dan Cari Aman

Meski mayoritas driver memilih langsung menolak orderan ke arah pinggir rel Bahari, ada juga segelintir driver yang tetap nekat mengambilnya karena tuntutan kebutuhan ekonomi yang mendesak atau karena prinsip pasrah asalkan niatnya mencari nafkah.

Namun, solidaritas di aspal tetap nomor satu. Banyaknya komentar saling mengingatkan di komunitas ojol menunjukkan bahwa bagi mereka, “pulang dengan selamat ke rumah demi anak istri jauh lebih berharga daripada memaksakan diri mengambil orderan di zona merah”.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Kalau aplikasi Anda berbunyi dan mengarah ke kawasan pinggir rel ini malam-malam, apakah Anda akan “cocol” atau langsung pencet tombol X?


30 Juni 2026

Menu

  • Beranda
  • Layanan
  • Konsultasi
  • Tentang
  • Blog

Kontak

alswerte@gmail.com
(+62) 082325730788

Media Sosial

  • Facebook
  • Instagram
  • TikTok
  • WhatsApp

Subscribe newsletter kami

Formulir berlangganan tidak tersedia saat ini

© 2026 Samimoro. All rights reserved.

Keranjang Anda (item: 0)

Produk di keranjang

Produk Rincian Total
Subtotal Rp0
Biaya pengiriman dan diskon dihitung saat checkout.
Lihat keranjang saya
Buka checkout

Keranjang Anda kosong!

Mulai belanja

Notifikasi