Ketika hujan tak kunjung turun dan persediaan air mulai berkurang, umat Islam memiliki salah satu bentuk ikhtiar yang dikenal dengan salat Istisqa. Salat ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika masyarakat menghadapi kekeringan atau kondisi minimnya sumber air.
Salat Istisqa bukan sekadar salat biasa, tetapi memiliki tata cara dan rangkaian pelaksanaan tersendiri. Dalam ajaran Islam, pelaksanaannya juga memiliki dasar dari praktik Rasulullah SAW.
Apa Itu Salat Istisqa?
Gambar ilustrasi
Secara sederhana, Istisqa berarti memohon hujan. Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan ketika manusia sedang membutuhkan air.
Istisqa disyariatkan ketika air hujan terputus atau sumber air mengalami kekurangan, misalnya akibat kemarau panjang. Permohonan hujan juga dapat dilakukan melalui doa, baik secara sendiri maupun bersama-sama.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah keluar untuk memohon hujan dalam keadaan rendah hati dan khusyuk. Beliau kemudian melaksanakan salat dua rakaat seperti salat Id.
Hal tersebut menjadi salah satu dasar adanya salat Istisqa dalam ajaran Islam.
Berapa Rakaat Salat Istisqa?
Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Tata caranya secara umum menyerupai salat Id, tetapi terdapat beberapa perbedaan pada takbir dan rangkaian khutbahnya.
Pada rakaat pertama, terdapat tujuh kali takbir sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
Salat ini dapat dilaksanakan secara berjamaah. Setelah salat, terdapat khutbah yang berisi nasihat, istighfar, serta doa memohon turunnya hujan.
Tata Cara Salat Istisqa
Secara ringkas, rangkaian salat Istisqa dapat dilakukan sebagai berikut:
- Salat dilaksanakan sebanyak dua rakaat.
- Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dilakukan tujuh kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
- Pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
- Setelah salat dilanjutkan dengan khutbah.
- Dalam khutbah, istighfar dan doa diperbanyak.
- Khatib memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat.
Khutbah Istisqa dapat dilakukan satu atau dua kali, dengan khutbah setelah salat disebut lebih utama dalam rujukan yang mereka gunakan.
Karena terdapat rincian fikih dalam pelaksanaan salat Istisqa, masyarakat yang hendak melaksanakannya secara berjamaah dapat mengikuti panduan imam atau ulama setempat agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan yang dianut.
Memperbanyak Istighfar dan Doa
Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Istisqa adalah memperbanyak istighfar dan doa. Hal ini sejalan dengan kandungan Surah Nuh ayat 10–12 yang menyebutkan ajakan untuk memohon ampun kepada Allah dan dikaitkan dengan turunnya hujan.
Dalam khutbah Istisqa, istighfar mendapat perhatian khusus. Salah satu tata cara yang dijelaskan dalam sumber fikih yang dikutip NU Online adalah membaca istighfar sembilan kali pada pembukaan khutbah pertama dan tujuh kali pada pembukaan khutbah kedua.
Namun, penting untuk tidak memahami kekeringan secara sederhana sebagai tanda bahwa suatu daerah pasti sedang mendapatkan hukuman karena dosa. Kekeringan dapat terjadi karena berbagai faktor alam dan lingkungan. Bagi seorang Muslim, kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk berdoa, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, sekaligus melakukan usaha nyata.
Salat Istisqa sebagai Bentuk Ikhtiar
Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim ketika membutuhkan hujan. Pelaksanaannya menunjukkan bahwa manusia menyadari keterbatasannya dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Di sisi lain, doa tetap dapat berjalan bersama dengan usaha. Ketika menghadapi kekeringan, masyarakat juga perlu menggunakan air secara bijak, menjaga sumber air, tidak melakukan pemborosan, serta menjaga lingkungan.
Hujan memang tidak dapat dipastikan turun hanya karena manusia menginginkannya. Namun, berdoa dan beribadah menjadi bentuk pengharapan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Menanti Hujan dengan Doa dan Ikhtiar
Kekeringan mengingatkan manusia betapa pentingnya air bagi kehidupan. Ketika hujan turun, air memberi manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, pertanian, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ibadah yang mengajarkan umat Islam untuk memohon pertolongan Allah ketika hujan sangat dibutuhkan. Pelaksanaannya juga mengingatkan bahwa manusia tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.
Pada akhirnya, menghadapi kemarau bukan hanya tentang menunggu awan berubah menjadi mendung. Ada doa yang dapat dipanjatkan, ada ibadah yang dapat dilakukan, dan ada ikhtiar yang tetap harus dijalankan.
Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi jalan datangnya pertolongan, dan hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi kehidupan serta menjadi nikmat yang patut disyukuri.
Sumber utama: NU Online untuk pengertian, dasar hadis, dan tata cara salat Istisqa.